Pada 2022, perusahaan ini sukses melakukan penawaran umum perdana (IPO) dan meraih pendanaan hingga Rp 300 miliar.
Selain mendirikan Maktour, pada tahun yang sama Masyhur juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Kayu Meridian.
Ini adalah produsen kayu keras dan kayu lunak untuk pasar ekspor.
Selama lebih dari 14 tahun, perusahaan ini telah menjadi eksportir kayu Indonesia ke Eropa, Australia, dan Asia, dengan omzet tahunan mencapai sekitar Rp 64 miliar.
Lalu pada 1990, Masyhur juga mendirikan PT. Trinunggal Kharisma dan menduduki jabatan sebagai presiden komisaris.
Perusahaan tersebut merupakan perusahaan induk dari tiga badan usaha, yaitu energi, properti dan perkebunan.
Perusahaan ini juga bergerak di bidang perdagangan, agen, layanan bisnis seperti transportasi, keuangan, perjalanan, dan iklan.
Selain aktif di dunia bisnis, Fuad Hasan Masyhur juga terjun ke dunia politik.
Ia sempat menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan partai.
Karier politiknya makin meningkat dengan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila.
Nama Fuad Hasan Masyhur menjadi sorotan usai dicegah ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.
Sebelumnya, Masyhur juga pernah dipanggil KPK untuk diperiksa dalam kasus suap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Kala itu, Fuad memenuhi panggilan tersebut pada 27 Mei 2024.
Sumber: Tempo
Artikel Terkait
Gugatan 9 Jenderal Purnawirawan Soal Ijazah Jokowi Disebut Salah Alamat, Ini Jalur Hukum yang Benar!
Abdul Wahid Bongkar Kejanggalan Dakwaan KPK: OTT Rp800 Juta hingga Jatah Preman Tak Ada dalam Berkas!
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?