Sekarang, dengan mundurnya pasukan Ukraina, kota itu sepenuhnya telah di bawah kendali Rusia.
Pada hari Senin (30/5/2022), kehidupan di Mariupol mulai menggeliat, dengan sisa-sisa bekas pertempuran masih menganga. Penduduk setempat terlihat memadati di pasar-pasar dadakan di jalanan, mengisi perangkat listrik dari generator hingga bertukar makanan dan pakaian.
Sementara itu, di stasiun bus yang kosong, berdiri televisi pemerintah Rusia, mengeluarkan suara dari layar raksasa yang dibawa oleh para pejabat.
Dilaporkan SCMP, truk-truk propaganda Rusia telah dikerahkan di Mariupol, dengan semua kendaraan memiliki layar televisi besar di kedua sisi. Televisi ini memutar berita negara Rusia dan acara obrolan politik untuk mendukung invasi Rusia atas Ukraina.
Lyuba mengenakan kacamata hitam dan topi untuk melindunginya dari sinar matahari. Ia sedang mengisi daya ponselnya. Warga Mariupol ini telah memutuskan untuk tidak meninggalkan kota, meskipun flatnya telah rusak.
"Tidak ada listrik, tidak ada air, tentu saja, semuanya sangat sulit," ujarnya.
Seorang pria bernama Nikolai mengatakan bahwa dia juga datang untuk mengisi daya teleponnya. Tidak ada listrik yang tersedia di stasiun kereta api tempat dia tinggal sekarang. Baik Lyuba dan Nikolai, keduanya enggan memberi nama keluarga.
Beberapa warga lain, sementara itu, terlihat mengumpulkan barang-barang kebutuhan penting dalam kotak yang dihiasi dengan simbol pro-Rusia, 'Z'.
Yang lain mendirikan kios sendiri untuk menjual atau menukar produk harian, termasuk sayuran dan sepatu. Seorang wanita, yang tidak menyebutkan namanya, berkata bahwa hanya ada sedikit produk yang tersisa setelah penjarahan melanda kota.
Kremlin telah merebut kendali penuh atas Mariupol pada awal bulan ini. Kemenangan Rusia itu terjadi usai lebih dari 2.400 pejuang Ukraina yang telah mencoba bertahan akhirnya menyerah di pabrik baja Azovstal yang terkepung.
Nasib pasukan yang menyerah itu, yang sebagian besar dari batalyon Azov, belum diketahui. Namun seorang pejabat separatis pro-Moskow mengatakan mereka mungkin menghadapi hukuman mati.
Artikel Terkait
Meninggal di Usia 142 Tahun, Pria Saudi Ini Tinggalkan 134 Keturunan dan Pernikahan Terakhir di Usia 110!
Perang Dunia III Sudah Dimulai? Pakar Rusia Ungkap Bentuk dan Medan Tempur yang Tak Disadari Banyak Orang
AS Serukan Evakuasi Darurat Warga AS dari Iran: Ancaman Serangan Trump Makin Nyata?
Trump Siap Serang Iran? Ini Rencana Militer Rahasia & Dampaknya bagi Dunia