POLHUKAM.ID - Peneliti Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng mempertanyakan apa hasil kerja Satgas Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rp349 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD.
“Bagaimana kabar uang 349 triliun rupiah yang tengah dicuci kementerian keuangan? Kok sampai sekarang belum ada kabarnya? Apakah sudah bersih,” kata Salamuddin, Jakarta, Sabtu (26/8/2023).
“Kalau memang sudah bersih berarti uang untuk pemilu serentak 2024 ada titik terang. Pemilu serentak bisa dilaksanakan tanpa harus mengalami masalah kekurangan uang sebagaimana yang dicurigai banyak pihak,” kata dia.
Menurut Salamuddin, pemilu serentak memang pekerjaan berat, butuh kerja ekstra, tenaga ekstra dan uang ekstra, agar bisa belanja. Belajar dari pengalaman pemilu tidak serentak pada 2019, pelaksanaannya tidak terlalu siap.
Tragisnya, lanjut Salamuddin, akibat ketidak-siapan itu, pemilu 2019 banyak menelan korban jiwa petugas penyelenggara pemilu. “Nah pemilu serentak hal tersebut jangan terulang lagi. Sehingga harus benar benar siapa lahir batin, khususnya kesiapan uang yang cukup. Semua ini harus disiapkan oleh Presiden Jokowi sebagai penanggung jawab tertinggi sukses tidaknya penyelenggaran pemilu serentak 2024,” kata Salamuddin.
Artikel Terkait
Gus Alex Ditahan KPK: Modus Korupsi Kuota Haji yang Rugikan Negara Rp622 Miliar Terungkap!
Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi, Tapi Malah Dilaporkan Polisi karena Ijazah S2-S3 Palsu?
Fuad Hasan Belum Jadi Tersangka, MAKI Desak KPK: Ini Pihak Paling Diuntungkan!
Aksi Banser Kepung KPK: Protes Pemeriksaan Gus Yaqut Sampai Tarik Kawat Berduri, Ini Kronologinya