Ghufron mengaku, sebagai salah satu pimpinan, dirinya turut bertanggung jawab dan meminta maaf kepada segenap bangsa Indonesia atas peristiwa yang telah menimbulkan kegaduhan dan hampir mengikis harapan kepada KPK untuk menjadi garda pemberantas korupsi.
Ghufron memastikan, dengan adanya peristiwa penetapan Ketua KPK Firli Bahuri sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya, akan menjadi pelajaran dan bahan evaluasi, baik untuk internal maupun terhadap eksternal.
Ghufron pun berkomitmen untuk melakukan pembenahan, serta terbuka untuk menerima saran dari masyarakat demi perbaikan ke depan.
"Kami berharap, masyarakat tetap mendukung secara konstruktif (jika benar mohon didukung, jika salah mohon dikritik untuk kebaikan) terhadap KPK dalam perjuangan memberantas korupsi. KPK adalah milik rakyat dan negara Indonesia, harapan itu masih ada dan akan terus ada dan membesar jika bersama bergandengan untuk memelihara dan merawat harapan Indonesia adil makmur bebas dari korupsi," pungkas Ghufron
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Kasat Narkoba Toraja Utara Terima Setoran Rp10 Juta/Minggu dari Bandar, Ini Fakta yang Terungkap di Sidang Etik
AKP Arifan Efendi Diduga Terima Setoran Rp10 Juta/Minggu dari Bandar: Fakta Sidang Etik yang Mengejutkan
KPK Ungkap Modus Grup WA Belanja RSUD untuk Salurkan Uang ke Keluarga Bupati Pekalongan
Fadia Arafiq Klaim Sedang Bersama Gubernur Saat OTT, Ahmad Luthfi Bantah Tegas: Siapa yang Bohong?