METRO SULTENG-Serikat pekerja serikat buruh yang tergabung di ASPIRASI mendesak Perusahaan dan pemerintah Kabupaten Morowali terkait kejadian kecelakaan kerja yang menewaskan puluhan buruh di departemen Ferosilikon PT ITSS Kawasan IMIP pada Minggu 24 Desember 2023.
Andi Ilham Ketua Umum DPP SBIMI yang tergabung dalam ASPIRASI mengatakan kejadian kecelakaan kerja yang menewaskan 19 pekerja serta puluhan luka berat dan ringan menjadi tragedi dan akan membekas dibenak kelas pekerja.
Andi juga mempertanyakan penerapan K3 dan kontrol pengawasan dari pihak pemerintah.
Dia menduga penerapan K3 yang tidak dijalankan dengan baik. "Semoga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan menghimbau kepada buruh lebih berhati-hati dalam bekerja. Dan tentunya berharap proses investigasi harus trus dilakukan untuk mengungkapkan penyebab insiden," katanya kepada Metro Sulteng, Kamis (28/12).
Olehnya dalam konferensi pers SP/SB yang tergabung dalam ASPIRASI merilis beberapa tuntutan : Mendesak kepada pihak pemerintah dan pengusaha untuk memberhentikan produksi sementara di departemen Ferosilikon PT ITSS dengan pertimbangan, memberikan ruang kepada pihak terkait untuk melakukan investigasi secara mendalam atas insident kecelakaan kerja yang terjadi di departemen Ferosilikon PT ITSS.
Mendesak Pemerintah, HSE IMIP, HSE tsingsang, pihak Kepolisian serta pengawas ketenagakerjaan untuk melakukan investigasi secara transparansi dan akuntabel.
Artikel Terkait
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?
Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK: Apa Hasil Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara?