HALLO.DEPOK.ID - Pernyataan Kontroversial Boy Thohir dan Respons Adaro Terhadap Klaim Dukungan Perekonomian di Pilpres 2024.
Sebuah pernyataan kontroversial dari pengusaha sukses, Boy Thohir, mengenai dukungan perekonomian untuk pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024 telah mengejutkan publik.
Dalam acara relawan Erick Thohir Alumni Amerika Serikat, Boy mengklaim bahwa sepertiga perekonomian Indonesia, termasuk Adaro Group, siap membantu memenangkan pasangan tersebut.
Namun, respon dari Adaro menunjukkan sikap berbeda.
1. Latar Belakang Pernyataan Boy Thohir
Dalam acara yang dihadiri oleh Prabowo, Boy Thohir menyatakan bahwa sejumlah besar kontributor ekonomi Indonesia, seperti Adaro Group, Djarum Group, dan Sampoerna Strategic Group, bersedia mendukung kemenangan paslon Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Survei Pilpres 2024, Prabowo Gibran Lebih Unggul?
Pernyataan ini mengundang perhatian media dan publik, memunculkan pertanyaan tentang keterlibatan perusahaan besar dalam dunia politik.
2. Respons Adaro: Netralitas dan Hak Konstitusional
Febriati Nadira, Head of Corporate Communication Adaro, menegaskan bahwa pernyataan Boy Thohir hanya mencerminkan pandangan pribadi dan tidak mewakili seluruh karyawan Adaro.
Dalam upaya menjaga netralitas dan mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG), Adaro memastikan bahwa setiap individu memiliki hak konstitusional untuk berpartisipasi dalam politik sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.
Artikel Terkait
Abdul Wahid Bongkar Kejanggalan Dakwaan KPK: OTT Rp800 Juta hingga Jatah Preman Tak Ada dalam Berkas!
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?