"Jangan sampai terganggu kehidupan ekonomi masyarakat hanya gara-gara kita tidak bisa mengendalikan emosi kita, Jogja Istimewa," paparnya.
"Bawaslu memberikan indeks skor kita itu 4302 artinya Jogjakarta itu disebut rawan-sedang. Harusnya Jogjakarta itu nggak boleh rawan sedang, maunya kita aman," ucapnya.
Lanjut Irjen Pol Suwondo, kemudian mempelajari data di Pemilu tahun 2019. Dari situ diketahui bahwa sering terjadi konflik antarsimpatisan partai, termasuk laskar.
"Berdasarkan data 2019 ada 23 kejadian dimana ada perusakan, pengeroyokan, penganiayaan, bentrok pengerusakan di tiap wilayah itu mengalami hal itu," imbuhnya.
Hasil identifikasinya, ternyata banyak keributan disebabkan dari laskar. Oleh karena itu, Polda DIY bersama instansi terkait kemudian melakukan mediasi dengan laskar termasuk juga partai politik.
Irjen Pol Suwondo bilang, polisi punya metode untuk mengamankan pemilu. Polda DIY saat ini mengedepankan langkah preemtif dan menggunakan penegakan hukum sebagai langkah terakhir.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suarakarya.id
Artikel Terkait
Noel Bocorkan Kode Parpol di Skandal Sertifikasi K3: Huruf K dan 3 Huruf Ini!
KPK Telusuri Aset Ridwan Kamil Hingga Luar Negeri, Benarkah Terkait Korupsi Rp222 Miliar Bank bjb?
Buni Yani Tantang KPK: OTT Gencar Tapi Tak Berani Usut Jokowi dan Keluarga, Kenapa?
Dalang Pencurian Emas 774 Kg Dibebaskan Jadi Tahanan Rumah, Ini Fakta Hukum yang Bikin Geram!