5 unit handphone. 3 buah passport milik para pelaku, dan uang tunai sejumlah Rp 10.000.000 dan beberapa pecahan mata uang asing.
Baca Juga: Penembakan Brutal WNA Turki, Polda Bali Gandeng Imigrasi Telisik WNA Pelaku Kriminalitas Brutal
"Sedangkan senjata api masih dicari. Menyangkut dugaan pemerasan mengarah ke utang piutang, dan berapa jumlah uang yang diperas, atau lain sebagainya, kami masih dalami. Tentu akan memintai alias dalami lagi keterangan korban (pria Turki)," lagi kisah sumber ini sembari ini.
Pengungkapan ini tak terlepas dari keterangan sejumlah saksi. Diantaranya Turan Mehmet (korban). I Made Sutana (korban satpam vila TKP). Manager Vila Si Ngurah Dharma Sumantara.
"Ada juga saksi buruh proyek depan TKP bernama Dian Azhari dan dua teman, Edi Maulana malik Ibrahim, jugaAhmad haidir. Pun pengecekan sejumlah CCTV," tutup sumber ini.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kepolisian Resor Badung AKBP Teguh Priyo Wasono enggan berkomentar banyak. "Mohon maaf nanti kami info lebih lanjut," singkatnya.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarbali.jawapos.com
Artikel Terkait
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?
Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK: Apa Hasil Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara?