POLHUKAM.ID -Pendeta Gilbert Lumoindong terancam kembali dilaporkan ke polisi buntut ceramahnya yang menyinggung salat dan zakat dalam Islam dianggap sebagai penistaan agama.
Ancaman pelaporan tersebut disampaikan Ketua Umum Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ipong Hembing jika Pendeta Gilbert tidak segera meminta maaf kepada publik di depan media massa nasional.
"Kami mengharuskan Pendeta Gilbert Lumoindong untuk menyatakan minta maaf kepada seluruh umat Islam sedunia, melalui media cetak dan elektronik TV selama 3 hari berturut-turut," tegas Ipong dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (18/4).
Ipong mengamini, Pendeta Gilbert telah menyampaikan permintaan maaf di hadapan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Artikel Terkait
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?
Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK: Apa Hasil Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara?