Namun Ukraina menuduh Berlin terlalu lambat mengirimkan senjata berat. Karena perang sudah semakin memberat Ukraina. Lambrecht tidak mengungkapkan kapan tepatnya howitzers dikirimkan.
"Howitzers pertama akan dikirimkan (ke Ukraina) ketika pelatihan selesai dan tanggung jawab (mereka untuk memasoknya)," katanya.
Ia menambahkan tidak akan mengumumkan tanggal atau rute pengiriman karena alasan keamanan.
Penasihat Kepresidenan Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan negaranya membutuhkan 1.000 howitzers, 500 tank dan 1.000 drone serta senjata berat lainnya.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Trump Diingatkan Pentagon Siap Serang Iran: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Apa yang Akan Terjadi Jika AS Bertindak?
Ledakan Misterius di Teheran: Uji Coba Iran atau Sinyal Perang dengan AS?
Selat Hormuz Memanas! Iran Gelar Latihan Tembak Langsung, Jawab Ancaman Serangan AS?