Pejabat parlemen Rene Poedtke menegaskan aturan ketat ini. โHanya untuk keperluan tugas negara. Kami bukan perusahaan taksi,โ ujarnya.
Lantas, bagaimana anggota parlemen lainnya bepergian?
Sama seperti warga biasa: menggunakan transportasi umum seperti bus dan kereta.
Pemandangan seorang anggota dewan berdesakan di dalam bus pada jam sibuk adalah hal yang lumrah di Swedia.
Level kesederhanaan ini menjadi semakin ekstrem di tingkat pemerintah daerah. Mayoritas anggota dewan kota di Swedia bahkan tidak menerima gaji sama sekali.
Posisi tersebut dianggap sebagai sebuah tugas sukarela yang dijalankan di luar pekerjaan utama mereka.
Hanya mereka yang duduk di posisi pimpinan seperti komite eksekutif yang mendapatkan gaji.
โIni adalah pekerjaan sukarela yang bisa kita lakukan di waktu senggang kita,โ kata Christina Elffors-Sjodin, seorang anggota dewan kota Stockholm.
๐๐
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Selat Hormuz Dibuka Lagi: Benarkah Blokade AS dan Ancaman Iran Sudah Berakhir?
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran Sampai ke Samudera Pasifik, Apa Dampaknya?
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?
Gempuran 11 Kota Lebanon Menit Terakhir Jelang Gencatan Senjata, Hizbullah Langsung Balas Dendam