Dari Ajudan ke Wapres: Rahasia Karir Try Sutrisno yang Ditahan Soeharto

- Senin, 02 Maret 2026 | 12:25 WIB
Dari Ajudan ke Wapres: Rahasia Karir Try Sutrisno yang Ditahan Soeharto

Kisah Soeharto dan Try Sutrisno: Ajudan Setia yang Karirnya Direstui Langsung

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI ke-6, meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026 di RSPAD Gatot Soebroto. Perjalanan karirnya yang gemilang dari militer hingga puncak pemerintahan tidak lepas dari peran dan kepercayaan penuh dari Presiden Soeharto.

Try Sutrisno, lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat 1959, mengawali pengabdiannya melalui berbagai penugasan operasional. Puncak karir militernya adalah sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (1986–1988) dan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) ke-9, sebelum akhirnya mendampingi Soeharto sebagai Wakil Presiden periode 1993-1998.

Jadi Ajudan Soeharto, Promosi Ditunda Khusus

Hubungan khusus Try dengan Soeharto terjalin erat sejak tahun 1974, ketika ia diangkat menjadi Ajudan Presiden. Posisi ini dipegangnya cukup lama, bahkan hingga tahun 1978. Saat itu, Panglima ABRI Jenderal M. Jusuf berencana mempromosikan Kolonel Try Sutrisno yang dinilai sudah layak menjadi perwira tinggi, dengan menjabat sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XV/Udayana di Bali.

Namun, rencana promosi ini justru berulang kali ditolak oleh Presiden Soeharto. Dalam beberapa percakapan, Soeharto menyatakan bahwa "belum waktunya" dan meminta untuk "mematangkan dulu" Try Sutrisno. Soeharto masih menginginkan Try tetap berada di posisinya sebagai ajudan yang dekat dengannya.

Halaman:

Komentar