Sementara Israel menunjukkan optimisme, kelompok Hamas justru menolak mentah-mentah persyaratan untuk menyerahkan persenjataannya. Penolakan ini memicu respons keras dari Presiden Trump yang mengancam akan mengambil tindakan tegas.
"Jika Hamas tidak melucuti senjata, kami akan melucuti mereka," tegas Trump. "Dan itu akan terjadi dengan cepat dan mungkin dengan kekerasan."
Krisis Pertama: Pengembalian Jenazah Sandera
Ketegangan semakin memanas menyusul perselisihan mengenai pengembalian jenazah sandera. Hamas baru saja mengembalikan empat jenazah sandera pada Selasa (14/10/2025), namun Israel menuduh kelompok tersebut tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata secara penuh.
Perselisihan ini menjadi krisis pertama dalam proses perdamaian, dengan Israel mengancam akan:
- Memblokir pembukaan kembali penyeberangan Rafah
- Mengurangi separuh jumlah truk bantuan yang memasuki Gaza
Menurut laporan, terdapat 28 jenazah sandera yang masih belum dikembalikan, termasuk dua warga negara Amerika - Itay Chen dan Omer Neutra. Hamas berargumen bahwa mereka tidak mengetahui lokasi pasti banyak dari jenazah tersebut, dengan beberapa kemungkinan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran Sampai ke Samudera Pasifik, Apa Dampaknya?
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?
Gempuran 11 Kota Lebanon Menit Terakhir Jelang Gencatan Senjata, Hizbullah Langsung Balas Dendam
Dubes Rusia Bongkar Fakta: AS & Israel Dituding Jadi Dalang Eskalasi Konflik Timur Tengah