"Kami mendeklarasikan operasi militer khusus karena kami sama sekali tidak punya cara lain untuk menjelaskan kepada Barat bahwa menyeret Ukraina ke NATO adalah tindakan kriminal," kata diplomat tinggi itu, lapor Tass.
Lavrov mengingat pernyataan dari Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, "siapa yang mengatakan pada September 2021 (apakah Anda memberi tahu pemirsa Anda tentang hal itu?) bahwa jika seseorang merasa Rusia di Ukraina, biarkan mereka pergi ke Rusia".
"Ketika seorang koresponden CNN mengatakan kepadanya bahwa Resimen Azov telah dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris ekstremis di beberapa negara Barat, di AS dan Jepang, Zelensky mengangkat bahu dan mengatakan bahwa mereka memiliki banyak batalyon dan resimen seperti itu, dan mereka apa itu," lanjut Lavrov.
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar