Sementara itu, Nicolas Maduro menunjukkan sikap yang berbeda. Meski berjalan dengan tangan diborgol di bawah pengawalan ketat di sebuah helipad di New York City, Maduro sempat mengacungkan jempol dan memberikan tanda damai ke arah kamera.
Latar Belakang dan Tuduhan Hukum yang Dihadapi
Kehadiran Flores di New York menarik perhatian besar mengingat pengaruhnya yang kuat di lingkaran kekuasaan Venezuela sejak menikah dengan Maduro pada 2013.
Setelah ditangkap, pasangan ini sempat dibawa ke Stewart Air National Guard Base sebelum akhirnya dipindahkan ke Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn, sebuah penjara federal berkeamanan tinggi.
Kini, keduanya bersiap menghadapi proses hukum yang berat. Jaksa Agung AS, Pam Bondi, mengumumkan bahwa Maduro dan Flores telah didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York. Tuduhan terhadap mereka meliputi konspirasi narco-terorisme, penyelundupan kokain, serta kepemilikan senjata otomatis dan perangkat peledak.
"Mereka akan segera menghadapi sepenuhnya keadilan Amerika, di tanah Amerika, dan di pengadilan Amerika," tegas Bondi dalam pernyataannya di platform X.
Artikel Terkait
Rahasia Doha Terbongkar: Pengkhianatan Internal yang Gulingkan Maduro?
Iran Ancam Ratakan Israel: Netanyahu Buru Putin untuk Meredam Perang?
Isyarat Rahasia Trump ke CEO Minyak AS: Bersiaplah Sebelum Serangan Venezuela yang Gegerkan PBB
Ledakan Mencekam di Venezuela 2026: Kisah Prajurit yang Terlempar Bom AS Terungkap!