Bagaimana Trump dengan Tangannya Sendiri Mengubur Kerajaan MAGA-nya
Pada awal April 2026, Presiden Donald Trump membuat keputusan yang menggegerkan: dari ancaman menghancurkan Iran, ia berbalik menandatangani gencatan senjata. Perubahan drastis ini bukan kemenangan diplomasi, melainkan tanda titik nadir bagi gerakan MAGA. Perang yang ia mulai justru menjadi palu godam yang meruntuhkan pilar politiknya sendiri.
Janji Kampanye "America First" yang Dilanggar Sendiri
Kunci kemenangan Trump pada Pilpres 2024 adalah janji tegas: tidak akan ada perang luar negeri baru. Janji "menghentikan perang" ini yang menarik suara kelas pekerja dan keluarga yang lelah dengan konflik Timur Tengah. Namun, pada Februari 2026, Trump bersama Israel melancarkan serangan besar ke Iran, menewaskan Pemimpin Tertinggi Khamenei. Perang tanpa otorisasi Kongres ini adalah pengkhianatan pertama terhadap basis terkuatnya.
Pemberontakan di Jantung MAGA: Tokoh Kunci Berbalik Melawan Trump
Ancaman Trump untuk "memusnahkan seluruh peradaban Iran" di media sosial menjadi pemicu. Tokoh-tokoh paling vokal yang dulu mendukungnya kini berbalik arah:
Artikel Terkait
War Tiket Haji Ala Konser: Akhir Antrean 30 Tahun atau Masalah Baru?
Jetour T1 Lulus Uji Ekstrem Andes & Atacama: Siap Guncang Pasar SUV Indonesia?
Viral! Momen Menpar Widiyanti Gagal Jawab Pertanyaan Anggaran DPR, Netizen: Ini Menteri?
Kasus Pemerkosaan Calon Polwan di Jambi: 3 Polisi Disanksi, 2 Dipecat, Ini Kronologi Lengkapnya