Trump mengisyaratkan kesiapan Washington untuk melakukan intervensi militer jika situasi dinilai semakin tidak terkendali. Ia menegaskan bahwa Iran akan "dipukul dengan sangat keras" jika pasukan keamanannya membunuh lebih banyak demonstran.
Tekanan Ganda: Ancaman Luar dan Gejolak Dalam Negeri
Iran menghadapi tekanan ganda. Di satu sisi, ancaman militer dari AS dan Israel kian nyata, terutama dengan dukungan Washington terhadap rencana Israel terkait program nuklir Iran. Di sisi lain, protes massa telah berlangsung selama lebih dari dua pekan, memicu ketidakstabilan internal.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh para pengunjuk rasa dimanfaatkan oleh pihak asing untuk merusak stabilitas negara. Laporan dari kelompok HAM menyebutkan puluhan orang tewas dan ratusan ditahan dalam bentrokan dengan aparat.
Eskalasi dan Kekhawatiran Internasional
Eskalasi ini semakin mencemaskan setelah aksi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh AS. Kejadian tersebut memicu kekhawatiran di Teheran bahwa Washington tidak segan menggunakan kekuatan militer untuk menggulingkan pemerintahan yang berdaulat.
Laporan mengenai rencana darurat bagi petinggi Iran juga mulai bermunculan, menambah suasana ketidakpastian di kawasan Timur Tengah yang sudah rentan konflik.
Artikel Terkait
Hegemoni AS Terbongkar: Alasan Israel Bebas Iuran Board of Peace yang Bikin Dunia Geram
Iran Kembangkan Rudal Jangkau AS? Ini Fakta dan Mobilisasi Militer AS yang Mencekam
F-35 AS di Yordania: Sinyal Perang atau Sekadar Gertakan untuk Iran?
Rahasia Mengejutkan: Mengapa Negara Arab Justru Takut Jika Iran Diserang Israel?