AS Cabut Diri dari 66 Lembaga Dunia, Indonesia: Ini Ancaman Serius bagi Dunia!

- Jumat, 09 Januari 2026 | 00:25 WIB
AS Cabut Diri dari 66 Lembaga Dunia, Indonesia: Ini Ancaman Serius bagi Dunia!

Alasan AS: Agenda Globalis dan Beban Keuangan

Keputusan radikal ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani Memorandum Kepresidenan pada Rabu (7/1/2026). Gedung Putih menuding 66 organisasi tersebut—yang terdiri dari 31 entitas PBB dan 35 organisasi non-PBB—telah mengkhianati kepentingan nasional Amerika.

Pemerintah AS beralasan bahwa dana pembayar pajak telah digunakan untuk memajukan agenda kelompok 'globalis' yang kerap berseberangan dengan nilai-nilai nasional AS. Organisasi-organisasi ini juga dituding menghamburkan dana publik tanpa memberikan dampak nyata bagi keamanan dan ekonomi Amerika Serikat.

Dampak Eksodus AS dari Berbagai Sektor Strategis

Daftar organisasi yang ditinggalkan AS mencakup sektor-sektor strategis. Di bidang lingkungan, AS keluar dari UNFCCC, yang merupakan motor penggerak Perjanjian Paris. Di sektor kesehatan, dukungan terhadap WHO dan UNFPA resmi dicabut.

Badan-badan prestisius seperti UNESCO, Dewan HAM PBB, hingga UNRWA juga termasuk dalam daftar. Di luar PBB, AS menarik diri dari berbagai aliansi keamanan, perdagangan, hingga kelompok riset seperti Organisasi Kayu Tropis Internasional.

Eksodus besar-besaran ini diprediksi menciptakan lubang pendanaan yang masif, mengingat AS selama ini merupakan donor utama di banyak lembaga tersebut. Dunia internasional kini mempertanyakan ketahanan sistem multilateral tanpa sokongan dari negara adidaya.

Halaman:

Komentar