Evakuasi Personel AS dan Laporan Serangan Mendadak
Pada hari yang sama, AS juga dilaporkan mulai mengevakuasi personel non-esensial dari beberapa pangkalan militernya di Timur Tengah, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Seorang diplomat AS menyebut langkah ini sebagai "perubahan postur".
Kantor berita Reuters melaporkan, berdasarkan informasi dari pejabat militer Barat dan Eropa yang tidak disebutkan namanya, bahwa serangan militer AS terhadap Iran berpotensi terjadi dalam waktu 24-48 jam ke depan. Sumber tersebut menyebut semua sinyal mengarah pada kemungkinan serangan yang segera terjadi, meski cakupan dan skala aksi militer tersebut masih belum jelas.
Latar Belakang Ketegangan Terkini
Eskalasi ini terjadi setelah serangkaian ancaman dari Presiden AS Donald Trump terhadap Republik Islam Iran, yang sedang mengalami gejolak internal berupa unjuk rasa besar-besaran sejak akhir Desember. Pemerintah Iran menuduh AS dan Israel berada di balik kekerasan dalam unjuk rasa tersebut.
Analis menyoroti bahwa pergerakan kapal induk, penutupan wilayah udara, dan evakuasi personel merupakan indikator klasik peningkatan kesiapan militer, meskipun keputusan akhir untuk menyerang masih berada di meja Presiden AS.
Artikel Terkait
Perang Iran vs AS-Israel Meledak ke Lebanon: Harga Minyak Tembus US$82, Korban Jiwa Meningkat!
China Evakuasi Warga dari Iran: Rute Darat Rahasia via Astara ke Baku Terungkap
UEA Tutup Kedutaan di Iran: Dampak Mengerikan Serangan Rudal & Drone 2026
Iran Klaim Bunuh 6 Agen Senior CIA di Abu Dhabi: Fakta atau Propaganda?