Evakuasi Personel AS dan Laporan Serangan Mendadak
Pada hari yang sama, AS juga dilaporkan mulai mengevakuasi personel non-esensial dari beberapa pangkalan militernya di Timur Tengah, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Seorang diplomat AS menyebut langkah ini sebagai "perubahan postur".
Kantor berita Reuters melaporkan, berdasarkan informasi dari pejabat militer Barat dan Eropa yang tidak disebutkan namanya, bahwa serangan militer AS terhadap Iran berpotensi terjadi dalam waktu 24-48 jam ke depan. Sumber tersebut menyebut semua sinyal mengarah pada kemungkinan serangan yang segera terjadi, meski cakupan dan skala aksi militer tersebut masih belum jelas.
Latar Belakang Ketegangan Terkini
Eskalasi ini terjadi setelah serangkaian ancaman dari Presiden AS Donald Trump terhadap Republik Islam Iran, yang sedang mengalami gejolak internal berupa unjuk rasa besar-besaran sejak akhir Desember. Pemerintah Iran menuduh AS dan Israel berada di balik kekerasan dalam unjuk rasa tersebut.
Analis menyoroti bahwa pergerakan kapal induk, penutupan wilayah udara, dan evakuasi personel merupakan indikator klasik peningkatan kesiapan militer, meskipun keputusan akhir untuk menyerang masih berada di meja Presiden AS.
Artikel Terkait
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?
Gempuran 11 Kota Lebanon Menit Terakhir Jelang Gencatan Senjata, Hizbullah Langsung Balas Dendam
Dubes Rusia Bongkar Fakta: AS & Israel Dituding Jadi Dalang Eskalasi Konflik Timur Tengah
Iran Bongkar Jaringan Mossad: 35 Agen Teroris & Senjata Diamankan, Begini Modus Operasinya!