Posisi Iran mendapatkan dukungan dari sekutunya. Perwakilan Rusia, Vasily Nebenzya, menyebut retorika AS berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Sementara itu, China mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari situasi yang dapat menjerumuskan kawasan Timur Tengah ke dalam konflik yang lebih luas.
Eskalasi Militer dan Kekhawatiran Global
Di balik meja diplomasi, ketegangan justru meningkat dengan adanya pergerakan militer AS. Laporan media menyebutkan setidaknya satu gugus tugas kapal induk AS sedang dikerahkan menuju Timur Tengah. Langkah ini dianggap sebagai persiapan opsi militer bagi pemerintahan Trump.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa situasi dipantau secara saksama dan semua opsi ada di atas meja Presiden. Namun, sejumlah pemimpin negara Arab, termasuk dari Arab Saudi, Qatar, dan Oman, dilaporkan telah memperingatkan Trump bahwa intervensi militer di Iran berisiko mengguncang ekonomi global dan merusak stabilitas regional.
Korban Jiwa dan Situasi Terkini
Kelompok hak asasi manusia melaporkan korban jiwa dalam protes di Iran telah mencapai ribuan orang. Meskipun situasi di Teheran dilaporkan mulai mereda, kehadiran militer AS di kawasan tetap menjadi fokus perhatian dunia. Dunia internasional kini menanti perkembangan lebih lanjut dari krisis yang berpotensi meluas ini.
Artikel Terkait
Foto Satelit AS ke Malaysia: Apakah Ini Sinyal Akan Jadi Venezuela Berikutnya?
Krisis Iran Memanas: India Evakuasi 10 Ribu Warga, AS Bersiap Serang?
Arab Saudi Peringatkan AS: Serang Iran, Harga Minyak & Ekonomi Global Bisa Kiamat?
USS Abraham Lincoln Bergerak: Serangan AS ke Iran dalam Hitungan Jam?