- Kapal induk USS Abraham Lincoln, didampingi tiga kapal perang bersenjata rudal Tomahawk.
- Kelompok kapal induk kedua yang mencakup USS Gerald R. Ford beserta tiga kapal perusak pendamping.
- Penambahan kapal perusak di Laut Arab bagian Utara, sehingga total kapal perusak AS di wilayah tersebut dilaporkan mencapai 13 unit.
Kapal-kapal tersebut juga dilengkapi dengan sistem pertahanan udara canggih.
Bantahan Tegas dari Iran
Pemerintah Iran secara konsisten membantah semua tuduhan yang dilayangkan AS. Menlu Iran, Abbas Araghchi, menegaskan kembali komitmen negaranya bahwa program nuklir Iran murni untuk tujuan sipil dan damai.
Dalam sebuah unggahan di media sosial X, tepat sebelum pidato Trump, Araghchi menulis, "Iran dalam keadaan apapun tidak akan mengembangkan senjata nuklir." Pernyataan ini sekaligus menepis tuduhan lama AS tentang pengembangan senjata nuklir Iran yang pernah berujung pada serangan terhadap fasilitas penelitian nuklir Iran.
Akar Ketegangan AS-Iran
Hubungan kedua negara telah memburuk sejak masa kepemimpinan Donald Trump. AS secara terus-menerus bersikap reaksioner dan menuduh Iran memiliki agenda pengembangan senjata pemusnah massal, klaim yang selalu dibantah oleh Tehran. Siklus tuduhan, pembantahan, dan eskalasi militer ini terus menjadi ciri dari dinamika hubungan kedua negara yang penuh ketidakpercayaan.
Artikel Terkait
Hegemoni AS Terbongkar: Alasan Israel Bebas Iuran Board of Peace yang Bikin Dunia Geram
F-35 AS di Yordania: Sinyal Perang atau Sekadar Gertakan untuk Iran?
Rahasia Mengejutkan: Mengapa Negara Arab Justru Takut Jika Iran Diserang Israel?
Wasiat Rahasia Khamenei Terbongkar: Inilah Sosok yang Akan Gantikan Dia Jika Perang dengan AS Pecah