Panic Buying BBM Melanda Global: Dampak Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu gelombang panic buying bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara. Kekhawatiran utama adalah potensi penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia, yang dapat mengganggu pasokan energi global.
Korea Selatan: Antrean Panjang dan Kekhawatiran Ekonomi
Gejala panic buying terlihat jelas di Seoul dengan antrean kendaraan yang mengular di SPBU. Harga bensin telah melampaui 1.800 won per liter (sekitar Rp21.000). Kekhawatiran masyarakat makin menjadi karena Korea Selatan bergantung pada impor untuk lebih dari 90% kebutuhan energinya, dengan sebagian besar melewati Selat Hormuz. Laporan tentang 26 kapal tanker Korea yang tertahan di kawasan tersebut memperparah situasi.
Australia: Pemerintah Minta Tenang Meski Harga Naik
Di Perth, Australia Barat, ribuan pengendara mengantre panjang untuk bahan bakar. Pemerintah setempat menegaskan pasokan masih aman dan meminta warga tidak panic buying. Namun, di Queensland, banyak SPBU menaikkan harga secara signifikan, memicu laporan ke komisi persaingan usaha. Pemerintah federal menyatakan Australia memiliki stok bahan bakar yang mencukupi hingga bulan Mei.
Artikel Terkait
AS Kecewa, Harga Minyak Bisa Melonjak? Ini Dampak Serangan Israel ke Depot Bahan Bakar Iran
Minyak Iran Jadi Sasaran AS: Senator Bocorkan Rencana Kuasai 31% Cadangan Minyak Dunia!
Mojtaba Khamenei Naik Tahta: Siapa Pangeran Bayangan yang Kini Pimpin Iran?
Mojtaba Khamenei Naik Jadi Pemimpin Tertinggi Iran: Apa Dampaknya Bagi Perang dengan AS dan Israel?