AS Incar Minyak Iran: Senator Ungkap Keuntungan Besar Jika Rezim Jatuh
Serangan Amerika Serikat ke Iran diduga kuat tidak hanya terkait isu nuklir. Analisis geopolitik mengindikasikan adanya motif yang lebih mendalam: menggulingkan pemerintahan Teheran untuk menguasai cadangan minyak mentahnya yang melimpah.
Pernyataan Kontroversial Senator AS Soal Keuntungan Minyak
Motif ekonomi ini tergambar dari pernyataan Senator senior AS dari Partai Republik, Lindsey Graham. Dalam wawancara dengan Fox News, Graham menyatakan bahwa AS akan mengendalikan hampir sepertiga minyak dunia dan meraih keuntungan finansial yang sangat besar jika berhasil menjatuhkan pemerintahan Iran.
Pernyataan ini disampaikan di tengah lonjakan harga minyak global yang menembus level $100 per barel pasca-eskalasi konflik. Graham menyebut biaya perang sebagai investasi yang menguntungkan untuk mencegah pengembangan senjata nuklir Iran, sebuah klaim yang selalu dibantah oleh Teheran.
"Ketika rezim ini jatuh, kita akan memiliki Timur Tengah yang baru, kita akan menghasilkan banyak uang. Tidak ada yang akan mengancam Selat Hormuz lagi," ujar Graham. Ia menambahkan bahwa AS berencana memasang pemerintahan yang "ramah" di Teheran.
Artikel Terkait
AS Kecewa, Harga Minyak Bisa Melonjak? Ini Dampak Serangan Israel ke Depot Bahan Bakar Iran
Mojtaba Khamenei Naik Tahta: Siapa Pangeran Bayangan yang Kini Pimpin Iran?
Mojtaba Khamenei Naik Jadi Pemimpin Tertinggi Iran: Apa Dampaknya Bagi Perang dengan AS dan Israel?
Selat Hormuz Ditutup? Ini Dampak Mengerikan yang Sudah Terjadi di 5 Negara