Di Pakistan, situasi berbeda. Pemerintah menaikkan harga BBM secara drastis per 7 Maret 2026. Harga bensin naik sekitar 20% menjadi PKR 321,17/liter, sementara solar mencapai PKR 335,86/liter. Menteri Perminyakan Ali Pervaiz Malik menyatakan kenaikan ini tidak terhindarkan dan harga akan ditinjau setiap pekan.
Di Australia, lonjakan harga memicu panic buying. Banyak masyarakat membeli bahan bakar dalam jumlah besar, menekan rantai pasokan. Beberapa pemasok mulai membatasi penjualan. Menteri Energi Chris Bowen menyebut cadangan nasional masih aman (36 hari untuk bensin) namun mengakui dampak konflik Timur Tengah sulit diprediksi.
Dampak pada Sektor Penerbangan dan Langkah Asia
Sektor penerbangan mulai terpukul. Air New Zealand menangguhkan proyeksi pendapatan 2026 karena harga bahan bakar jet melonjak dari $85-90 menjadi $150-200 per barel. Maskapai ini menyiapkan penyesuaian tarif dan jadwal penerbangan.
Negara-negara Asia juga bertindak:
- Korea Selatan rencanakan pembatasan harga BBM domestik pertama sejak 1997.
- China naikkan batas harga eceran BBM dengan margin terbesar dalam 4 tahun.
- Filipina perluas pengendalian harga bahan bakar ke seluruh wilayah.
Analisis dan Peringatan ke Depan
Analis memperingatkan, penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada energi, tetapi juga sektor pangan, pupuk, dan industri di negara-negara Asia yang bergantung impor. Situasi ini memaksa pemerintah global berlomba mengambil kebijakan cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat dari krisis yang meluas.
Artikel Terkait
AS Pecahkan Rekor! Rudal PrSM Lebih Dahsyat dari Tomahawk Akhirnya Ditembakkan ke Iran
Video Viral Rumah Itamar Ben-Gvir Terbakar: FAKTA atau HOAX? Ini Hasil Investigasinya
Krisis Teluk Meledak: Bagaimana UEA & Qatar Hancurkan 27 Rudal dan Drone Iran dalam Satu Malam?
Kekacauan Total di Israel: Warga Berebut Kabur, CCTV Dirusak Polisi untuk Tutupi Apa?