Perang Iran Bisa Jadi Bumerang, Ancaman Lengser Mengintai Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mulai menghadapi tekanan politik dalam negeri yang serius. Konflik militer dengan Iran memicu gejolak ekonomi global, terutama lonjakan harga energi, yang berpotensi menjadi bumerang bagi Trump dan Partai Republik menjelang Pemilu Sela 2026.
Kekhawatiran utama muncul karena perang di Timur Tengah telah mendorong harga minyak mentah dunia sempat menembus US$100 per barel. Gangguan pasokan dan jalur perdagangan energi global ini langsung berdampak pada ekonomi domestik AS.
Dampak Ekonomi Langsung ke Pemilih AS
Todd Belt, Profesor Manajemen Politik dari George Washington University, menjelaskan bahwa kebijakan luar negeri jarang berpengaruh pada pemilu paruh waktu. Namun, situasi berubah ketika konflik tersebut langsung menyentuh kantong masyarakat.
"Biasanya kebijakan luar negeri tidak memainkan peran besar dalam pemilihan paruh waktu, kecuali ada hubungan langsung dengan bagaimana hal itu memperburuk kehidupan masyarakat," ujar Belt.
Kenaikan harga energi berpotensi memicu inflasi dan kenaikan biaya hidup. Jika pemilih merasakan pendapatan mereka tergerus, sentimen negatif dapat berbalik terhadap pemerintahan Trump yang sebelumnya mendapat dukungan atas performa ekonomi.
Artikel Terkait
Teror di Makan Malam Gedung Putih! Trump Terjungkal Saat Tembakan Mengguncang Washington
Terungkap! Pelaku Penembakan di Acara Trump Ternyata Seorang Guru
Presiden Iran yang Juga Dokter Bedah Jantung: Ternyata Ini yang Terjadi pada Pemimpin Tertinggi Usai Diserang AS-Israel
Perdana Menteri Jepang Nyaris Kelaparan: Kisah di Balik Aturan Ketat yang Bikin Takaichi Kehabisan Makanan dan Kurang Tidur