Sebagian besar gletser tertutup puing-puing. Namun ada bagian yang terkena es terbuka yang dikenal sebagai tebing es, yang membuat gletser tidak stabil karena mencair. Menurut Scott Watson, salah satu peneliti dari studi tahun 2018, meningkatnya jatuhan batu dan aliran air lelehan di gletser dapat berbahaya bagi pejalan kaki.
Menurut pihak berwenang setempat, aliran di tengah base camp telah menyebar, dan retakan di permukaan gletser lebih sering berkembang. Mereka juga melaporkan mendengar suara keras di base camp, yang mereka kaitkan dengan es yang meluncur atau batu yang jatuh. Baca Juga: Penghuni Huntap Lumajang Apresiasi Pemerintah pada Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan awal tahun ini,South Col, gletser lain di Gunung Everest telah mencair 80 kali lebih cepat daripada yang terbentuk. Gletser telah kehilangan 55 meter (180 kaki) es, dan para ahli percaya itu akan hilang dalam 25 tahun.
Es mulai menghilang sekitar 1800 dan muncul kembali pada 1950-an, meningkat jauh lebih cepat selama 2000-an.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Lavrov Bongkar Satanisme Elite Barat: Inikah Wajah Asli Deep State yang Terungkap dari Dokumen Epstein?
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?
Iran Tolak Mentah-Mentah! Ini Alasan Pengayaan Uranium Tak Bisa Ditawar AS di Oman