Klaim Trump sebagai Presiden Republik Paling Dicintai Kaum Gay
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyoroti peta politik domestik AS. Dengan gaya khasnya, ia mengklaim dirinya sebagai presiden dari Partai Republik yang paling dicintai oleh komunitas gay di Amerika.
"Saya mendapatkan suara yang sangat baik dari kaum gay. Saya bahkan memainkan lagu Y.M.C.A dari Village People sebagai penutup kampanye saya," ujar Trump. Ia menambahkan bahwa fakta tentang Mojtaba Khamenei bisa menjadi "bumerang" mematikan bagi rezim Teheran.
Nasib Komunitas LGBTQ dan Gender Apartheid di Iran
Isu ini mencuat di tengah situasi suram yang dihadapi komunitas LGBTQ di Iran. Organisasi HAM Hengaw mengklasifikasikan Iran sebagai negara "Gender Apartheid" pada Mei 2025. Diperkirakan 4.000 hingga 6.000 individu LGBTQ telah dieksekusi oleh rezim sejak revolusi 1979.
Kenaikan Mojtaba Khamenei ke puncak kekuasaan, di tengah rumor tentang orientasi seksualnya sendiri, menyoroti kemunafikan yang dalam. Sementara rakyat biasa dihukum mati karena identitasnya, sang pemimpin diduga berlindung di balik kekebalan hukum yang diberikan oleh jabatannya.
Apa Dampak Selanjutnya?
Dunia kini menunggu, apakah "rahasia terbuka" yang dibeberkan oleh CIA dan dikonfirmasi Trump ini akan menggerus legitimasi Mojtaba Khamenei di mata rakyat Iran. Atau, justru akan memicu gelombang penindasan yang lebih brutal terhadap komunitas LGBTQ di Teheran untuk menutupi aib sang penguasa.
Artikel Terkait
JD Vance Murka ke Netanyahu: Janji Rahasia Mossad Gagal Gulingkan Iran Terbongkar!
Iran Siapkan 1 Juta Pasukan: Neraka Historis Menanti AS Jika Invasi Darat Terjadi
Iran Kerahkan 1 Juta Tentara: Apa yang Akan Terjadi Jika AS Invasi Darat?
Bunga Kuning Mekar di Makam Gaza: Tanda Alam yang Bikin Haru dan Penasaran, Ini Maknanya!