Kapal Tanker Indonesia Masih Tertahan di Selat Hormuz, Butuh Negosiasi dengan Iran
Indonesia membutuhkan jalur diplomasi dan negosiasi intensif dengan Iran untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina, yaitu VLC Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang masih tertahan dan belum diizinkan melintasi Selat Hormuz. Penutupan selat strategis ini oleh Iran telah memengaruhi sejumlah negara, meski kabar 'lampu hijau' untuk Indonesia sempat beredar.
Berbeda dengan nasib kapal Indonesia, sejumlah negara lain seperti Malaysia, Tiongkok, Pakistan, dan Thailand telah lebih dulu mendapatkan izin untuk melintas. Menurut Dian Wirengjurit, mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran, dua kapal tanker Indonesia yang lebih kecil, Paragon dan Rinjani, telah dibebaskan karena berbendera Indonesia. Namun, dua supertanker milik Pertamina masih belum bisa dilepaskan oleh pihak Iran.
Penyebab Kekecewaan Iran Terhadap Indonesia
Dian Wirengjurit menjelaskan bahwa kekecewaan Iran bersumber dari beberapa peristiwa sebelum perang dengan AS-Israel terjadi, yang didasari oleh prinsip resiprokalitas (timbal balik) dalam diplomasi.
1. Pembatalan Partisipasi Iran dalam Latihan Militer
Beberapa tahun lalu, Iran diundang secara resmi dalam latihan perang negara-negara Pasifik yang dikoordinir Indonesia. Namun, dua kapal perang Iran justru ditolak masuk ke perairan Indonesia dan partisipasinya dibatalkan, yang diduga karena tekanan dari Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Houthi Serang Israel: Dampak Mengerikan yang Bisa Guncang Timur Tengah dan Dunia
Iran Ultimatum AS: Kampus di Timur Tengah Bakal Diserang Jika Tak Patuhi Tenggat 30 Maret 2026
Trump vs NATO & Iran: Pulau Kharg Jadi Jebakan Maut yang Bisa Picu Perang Global?
7 Kapal Tanker Malaysia Terjebak di Selat Hormuz: Apa yang Sebenarnya Terjadi?