Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa ini adalah operasi militer pertama mereka yang langsung menargetkan Israel. Serangan ini ditujukan ke sasaran militer sensitif di selatan Palestina yang diduduki.
Menurut Saree, serangan dilancarkan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan kepada Iran serta front perlawanan di Lebanon, Irak, dan Palestina. Ia menegaskan operasi militer akan terus berlanjut hingga tujuan yang ditetapkan tercapai.
Pengerahan Pasukan AS dan Ancaman terhadap Jalur Pelayaran Global
Menanggapi eskalasi, Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di kawasan dengan mengirimkan ribuan marinir. Kontingen pertama telah tiba menggunakan kapal serbu amfibi.
Laporan juga menyebutkan Pentagon sedang mempersiapkan opsi operasi darat di Iran, menunggu keputusan politik dari Presiden Donald Trump. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan pasukan tambahan dikirim untuk memberikan fleksibilitas strategis maksimal.
Keterlibatan Houthi juga membawa ancaman signifikan terhadap keamanan jalur pelayaran global. Kelompok ini dikenal memiliki kemampuan untuk mengganggu lalu lintas kapal di titik-titik vital seperti Laut Merah dan sekitar Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi energi dunia.
Artikel Terkait
Kapal Tanker Pertamina Disandera Iran di Selat Hormuz: Ini 3 Kesalahan Diplomasi yang Harus Dibayar Indonesia
Iran Ultimatum AS: Kampus di Timur Tengah Bakal Diserang Jika Tak Patuhi Tenggat 30 Maret 2026
Trump vs NATO & Iran: Pulau Kharg Jadi Jebakan Maut yang Bisa Picu Perang Global?
7 Kapal Tanker Malaysia Terjebak di Selat Hormuz: Apa yang Sebenarnya Terjadi?