Selat Hormuz adalah jalur sempit penghubung Teluk Persia dan Laut Arab. Lebih dari seperempat pasokan minyak dunia melintasi selat ini setiap hari, menjadikannya titik paling strategis dalam peta geopolitik dan ekonomi energi global.
Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu:
- Lonjakan harga minyak dunia
- Guncangan rantai pasok energi internasional
- Ketidakpastian ekonomi global yang meluas
Dukungan China dan Dinamika Kekuatan Global
Lavrov mengungkapkan bahwa China memiliki pandangan yang sejalan dengan Rusia. Kedua kekuatan global ini mendorong penghentian operasi militer untuk mencegah eskalasi dan mengembalikan stabilitas. Sikap ini menandai upaya Moskow dan Beijing untuk berperan sebagai penyeimbang terhadap kebijakan AS di Timur Tengah.
Dampak Geopolitik dan Langkah ke Depan
Situasi di Selat Hormuz kini menjadi barometer stabilitas geopolitik global. Meningkatnya tekanan diplomatik dari Rusia dan China menjadikan langkah Washington selanjutnya sebagai faktor penentu. Keputusan AS akan berpengaruh langsung pada keamanan energi dunia dan dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Wilayah AS: Helikopter Black Hawk Hancur & Perang Sipil Mengintai?
Iran Gelombang ke-95: Ledakan Dahsyat Rudal Haj Qassem Hantam Israel, Apa Target Selanjutnya?
Iron Dome Tembus! Rudal Iran Hancurkan Gedung di Haifa, Bayi 10 Bulan Jadi Korban
Iran Klaim Temukan Celana Dalam Pilot F-15 AS: Fakta atau Propaganda Perang 2026?