Trump bahkan menolak untuk meminta maaf kepada Paus Leo, dengan alasan bahwa Paus dinilai telah mengatakan hal-hal yang salah terkait kebijakan AS terhadap Iran.
Komitmen Paus Leo untuk Perdamaian Global
Paus Leo XIV, yang merupakan Paus pertama berkebangsaan Amerika, telah konsisten menjadi suara penyeru perdamaian sejak dilantik pada Mei 2025. Ia aktif menyoroti berbagai konflik global, mulai dari perang Rusia-Ukraina, pertikaian di Sudan, hingga ketegangan di Timur Tengah.
Pada 1 Maret 2026, ia kembali menyampaikan seruan agar semua pihak menghentikan spiral kekerasan. Paus menegaskan bahwa pesan perdamaian yang disampaikannya bukanlah pesan politik, melainkan bentuk keyakinan dan tanggung jawab moral.
"Saya akan terus berbicara lantang menentang perang, berupaya mempromosikan perdamaian, mempromosikan dialog, serta hubungan multilateral antarnegara untuk mencari solusi yang adil bagi masalah," pungkas Paus Leo. "Terlalu banyak orang menderita di dunia saat ini. Terlalu banyak orang tak bersalah yang terbunuh."
Artikel Terkait
Trump Hapus Gambar AI Mirip Yesus: Klaim Dirinya Dokter atau Langgar Batas?
Mengapa USS George H.W. Bush Pilih Rute Panjang Afrika, Hindari Laut Merah?
Blokade Selat Hormuz: AS Kerahkan 15+ Kapal Perang, Apa Dampaknya bagi Dunia?
Gagal Total! Negosiasi AS-Iran Hancur Gara-Gara Isu Nuklir Ini