Misteri Rp1,2 Triliun BGN: Proyek IT Selesai, Vendor Hilang, Realisasi Nol Rupiah!

- Selasa, 14 April 2026 | 20:50 WIB
Misteri Rp1,2 Triliun BGN: Proyek IT Selesai, Vendor Hilang, Realisasi Nol Rupiah!

Dugaan Skandal Pengadaan IT Triliunan di BGN: Penunjukan Langsung dan Vendor Misterius

Oleh: Agustinus Edy Kristianto

Investigasi ini melanjutkan pembahasan dugaan skandal keuangan negara di Badan Gizi Nasional (BGN). Setelah sebelumnya mengungkap fakta pengadaan motor listrik, alat makan, jasa EO, dan kaos kaki, kini fokus beralih ke dua paket pekerjaan jumbo dengan metode penunjukan langsung yang mencurigakan.

Dua Paket Jumbo IT dengan Nilai Rp1,2 Triliun

Pada September 2025, BGN mendaftarkan dua paket jasa teknologi informasi (IT) skala nasional di sistem SIRUP LKPP dengan total nilai mencapai Rp1,2 triliun untuk pelaksanaan hanya tiga bulan (Oktober-Desember 2025).

  • Paket A: Managed Service IT & IoT di 5.000 lokasi (Pagu Rp665,4 Miliar).
  • Paket B: Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (Pagu Rp600 Miliar).

Yang mencolok, sejak awal metode yang dipilih adalah Penunjukan Langsung. Padahal, menurut Perpres 12/2021, Penunjukan Langsung untuk Jasa Lainnya di atas Rp200 juta hanya diperbolehkan dalam kondisi khusus seperti penyedia tunggal atau keadaan darurat bencana. Proyek triliunan tanpa tender ini merupakan anomali yang patut dipertanyakan.

Status "Selesai" Tapi Data Vendor Kosong dan Realisasi Rp0

Pengecekan pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Inaproc menunjukkan fakta yang lebih mencengangkan. Kedua paket tersebut dinyatakan "Sudah Selesai" per 31 Desember 2025. Status ini berarti Berita Acara Serah Terima (BAST) telah ditandatangani.

Namun, ketika informasi pemenang dicari, kolom "Pemenang Berkontrak" ternyata kosong. Tidak ada nama PT, alamat, maupun NPWP vendor. Lebih aneh lagi, nilai realisasi yang tercatat di sistem adalah Rp0,00.

Halaman:

Komentar