Sementara itu, aktivis konservatif Riley Gaines menyatakan, "Tuhan tidak dapat diperolok-olok." Kritik tajam juga dilontarkan oleh jurnalis Christian Broadcasting Network, David Brody, yang menyebut unggahan tersebut telah "melampaui batas".
Bentrokan dengan Paus Leo XIV
Kontroversi ini muncul berdekatan waktu dengan kritik Trump terhadap Paus Leo XIV, yang dikenal vokal mengkritik operasi militer AS dan Israel. Dalam unggahan terpisah, Trump menyebut Paus "lemah dalam menangani kejahatan" dan "buruk untuk kebijakan luar negeri".
Paus Leo XIV, yang merupakan Paus pertama berkebangsaan Amerika, sebelumnya telah mengecam perang di Iran sebagai "kekerasan yang tidak masuk akal dan tidak manusiawi". Ia juga menegaskan tidak takut untuk menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Trump.
Sejarah Kontroversi di Truth Social
Ini bukan pertama kalinya Truth Social, platform media sosial milik Trump, menjadi pusat kontroversi. Pada Februari lalu, unggahan bernuansa rasis yang menggambarkan Barack dan Michelle Obama sebagai kera juga sempat viral di platform tersebut sebelum akhirnya dihapus.
Kasus penghapusan gambar AI yang mirip Yesus ini kembali menyoroti tantangan konten kontroversial dan penggunaan teknologi deepfake atau AI dalam kampanye politik di media sosial.
Artikel Terkait
Mengapa USS George H.W. Bush Pilih Rute Panjang Afrika, Hindari Laut Merah?
Paus Leo XIV vs Trump: Saya Tidak Takut pada Gedung Putih - Ini Pernyataan Lengkapnya
Blokade Selat Hormuz: AS Kerahkan 15+ Kapal Perang, Apa Dampaknya bagi Dunia?
Gagal Total! Negosiasi AS-Iran Hancur Gara-Gara Isu Nuklir Ini