Kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa tidak ada pengajuan dari pihak Iran untuk memperpanjang kesepakatan tersebut. Namun, Trump tetap menyatakan gencatan senjata diperpanjang hingga Teheran mengajukan proposal damai.
Meskipun berbicara soal perdamaian, AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital perdagangan global. Trump juga mengklaim keputusan itu diambil atas permintaan pejabat Pakistan, yaitu Panglima Militer Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, serta menyebut adanya perpecahan internal di pemerintahan Iran terkait perundingan damai.
Di sisi lain, militer Iran menunjukkan sikap siap tempur. Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan pasukan Iran berada dalam kondisi siaga penuh. "Angkatan bersenjata kami telah lama berada dalam kesiapan tempur 100 persen," katanya.
Ia menambahkan bahwa setiap bentuk serangan atau tindakan terhadap Iran akan langsung dibalas dengan serangan telak ke target yang telah ditentukan. "Ini untuk memberi pelajaran lain yang lebih keras kepada AS dan Israel," ujarnya.
Artikel Terkait
Trump Tegaskan Tak Akan Gunakan Nuklir Lawan Iran: Syarat Damai Abadi Terungkap
Dilempar Saus Tomat di Berlin! Aksi Tenang Reza Pahlavi Usai Konferensi Pers Justru Bikin Geger
Viral! Video Tentara Iran Bersenjata Naik ke Kapal & Sita Tanker di Selat Hormuz, Aksi Balasan ke Trump?
Iran Pamerkan Rudal Supersonic di Jalanan Teheran: Ancaman Serius untuk AS & Israel?