"Sekarang, sumber yang terinformasi mengatakan, perairan di dekat pantai Oman berbatu, dan kapal-kapal tersebut tidak bisa keluar maupun kembali dari daerah itu," demikian laporan Fars, dikutip Rabu (6/5/2026). Kondisi ini menunjukkan betapa sulitnya navigasi di kawasan tersebut.
Secara geografis, bagian selatan Selat Hormuz memang tidak dirancang sebagai koridor atau jalur lalu lintas pelayaran maritim. Perairan dangkal dan berbatu di selatan Selat Hormuz sangat berisiko untuk dilayari, sehingga kapal-kapal yang nekat melintas menghadapi bahaya besar.
Centcom sebelumnya mengklaim bahwa kapal-kapal perang AS berhasil membebaskan dua kapal komersial melalui Selat Hormuz sebagai bagian dari Proyek Kebebasan yang digulirkan Presiden Donald Trump pada Minggu (3/5/2026). Proyek ini bertujuan mengevakuasi kapal-kapal yang terjebak di kawasan tersebut. Namun, Iran dengan tegas menegaskan bahwa tidak ada satu kapal pun yang boleh melintasi Selat Hormuz tanpa otorisasi militernya.
Pihak Iran juga membantah adanya kapal-kapal yang berhasil lolos dari penjagaan ketat IRGC. Insiden ini menambah ketegangan di Selat Hormuz, jalur perairan yang menjadi titik krusial dalam rantai pasokan energi dunia.
Artikel Terkait
Eskalasi Baru! Iran Serang UEA, Israel Siagakan Seluruh Jet Tempur Hadapi Perang di Timur Tengah
Gedung Putih Lockdown! Penembakan Misterius Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas
Iran vs AS Baku Tembak di Selat Hormuz: 6 Kapal Militer Hancur, Trump Beri Perintah Evakuasi
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap