Kunjungan MBS ke Turki dilakukan ketika ekonomi negara ini sangat tertekan oleh lira yang merosot dan inflasi yang melonjak melampaui 70 persen. Dana dari Arab Saudi dan mata uang asing dapat membantu Erdogan menopang dukungan menjelang pemilihan umum yang ketat pada Juni 2023.
Pejabat Turki mengatakan, Arab Saudi mungkin tertarik pada perusahaan-perusahaan di dalam Dana Kekayaan Turki atau di tempat lain. Arab Saudi pun dapat melakukan investasi serupa dengan yang dilakukan oleh Uni Emirat Arab dalam beberapa bulan terakhir.
Hubungan antara Ankara dan Riyadh memanas setelah regu pembunuh membunuh Khashoggi pada di konsulat negara kerajaan itu di Istanbul. Erdogan pada saat itu menyalahkan peristiwa itu kepada sosok tingkat tertinggi Pemerintah Saudi.
Namun, Ankara menghentikan semua kritik dan menghentikan persidangan pembunuhannya pada April, kemudian mentransfer kasus itu ke Riyadh. Langkah tersebut pun dikutuk oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia dan dikritik oleh partai-partai oposisi karena menukar kehormatan negara dengan dukungan dana moneter.
Pemimpin oposisi utama Republican People's Party (CHP) Kemal Kilicdaroglu mengatakan pada Selasa (21/6), Erdogan akan merangkul orang yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi. MBS membantah terlibat dalam pembunuhan itu.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!