Hal itu dilaporkan Wall Street Journal, Minggu (26/6/2022), mengutip sumber-sumber AS dan regional yang menguak rincian pertemuan yang sebelumnya dirahasiakan itu.
Pembicaraan itu dikatakan diadakan di Sharm el Sheikh di Semenanjung Sinai yang dikuasai Mesir sekitar bulan Maret.
Negara-negara yang hadir dalam pertemuan itu yakni dari Israel, Arab Saudi, Qatar, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yordania.
Israel memiliki hubungan diplomatik dengan Mesir, Yordania, UEA dan Bahrain, tetapi tidak dengan Arab Saudi atau Qatar.
Letnan Jenderal Aviv Kohavi, kepala staf Angkatan Pertahanan Israel, menghadiri pertemuan itu, begitu pula Jenderal Fayyadh bin Hamed Al Ruwaili, kepala staf angkatan bersenjata Saudi.
Ini adalah pertama kalinya para perwira tinggi dari Israel dan negara-negara Arab bertemu di bawah naungan militer AS, menurut laporan itu.
Sedangkan yang mewakili AS adalah Jenderal Frank McKenzie, kepala Komando Pusat AS saat itu.
Para peserta pada prinsipnya mencapai kesepakatan tentang metode untuk pemberitahuan cepat tentang ancaman udara, menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Beralih ke Sepeda