Hal itu dikatakan Kepala Direktorat Siber Nasional Israel (INCD) Gaby Portnoy pada hari Selasa (28/6/2022).
"Kami melihat mereka, kami tahu bagaimana mereka bekerja dan kami ada di sana," ucap dia saat berbicara di Cyber Week Universitas Tel Aviv.
Portnoy membuat komentarnya sehari setelah industri baja Iran mengalami salah satu serangan siber terbesar dalam sejarah dan mengakibatkannya berhenti beroperasi.
Serangan itu hanya beberapa hari setelah serangan siber Iran pada sistem peringatan dini sirene Israel di Yerusalem dan Eilat.
Kepala INCD mengatakan, Israel sedang membangun kubah besi siber yang akan meningkatkan keamanan dunia maya dengan menggunakan mekanisme baru.
“Parameter siber ini akan mengurangi serangan siber, menyediakan data besar baru dan pendekatan keseluruhan AI untuk menyinkronkan deteksi real-time nasional," kata Portnoy.
Artikel Terkait
Houthi Serang Israel: Dampak Mengerikan yang Bisa Guncang Timur Tengah dan Dunia
Kapal Tanker Pertamina Disandera Iran di Selat Hormuz: Ini 3 Kesalahan Diplomasi yang Harus Dibayar Indonesia
Iran Ultimatum AS: Kampus di Timur Tengah Bakal Diserang Jika Tak Patuhi Tenggat 30 Maret 2026
Trump vs NATO & Iran: Pulau Kharg Jadi Jebakan Maut yang Bisa Picu Perang Global?