"Langkah Jokowi ke Ukraina dan Rusia juga diharapkan mengembalikan dunia pada multilateralisme agar dunia tidak lagi masuk ke dalam zona pertarungan ego antarelite dunia," katanya.
Oleh karena itu, kata Khoirul Umam, perjalanan Jokowi menemui Volodymyr Zelenskyy dan Vladimir Putin merupakan hal yang pantas mendapat apresiasi. Terlebih kunjungan dilakukan pada tahun agenda besar Indonesia sebagai Presidensi G20 untuk menggelar KTT G20.
Indonesia dianggap punya pertaruhan reputasi yang sangat besar karena berbeda dengan situasi KTT G20 sebelumnya. Hal itu diperberat dengan walk-out-nya sejumlah menteri keuangan pada pertemuan G20 di Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Rial Iran Rontok Parah: 1 Dolar AS = 1,1 Juta Rial, Apa Penyebabnya?
Meninggal di Usia 142 Tahun, Pria Saudi Ini Tinggalkan 134 Keturunan dan Pernikahan Terakhir di Usia 110!
Perang Dunia III Sudah Dimulai? Pakar Rusia Ungkap Bentuk dan Medan Tempur yang Tak Disadari Banyak Orang
AS Serukan Evakuasi Darurat Warga AS dari Iran: Ancaman Serangan Trump Makin Nyata?