"Langkah Jokowi ke Ukraina dan Rusia juga diharapkan mengembalikan dunia pada multilateralisme agar dunia tidak lagi masuk ke dalam zona pertarungan ego antarelite dunia," katanya.
Oleh karena itu, kata Khoirul Umam, perjalanan Jokowi menemui Volodymyr Zelenskyy dan Vladimir Putin merupakan hal yang pantas mendapat apresiasi. Terlebih kunjungan dilakukan pada tahun agenda besar Indonesia sebagai Presidensi G20 untuk menggelar KTT G20.
Indonesia dianggap punya pertaruhan reputasi yang sangat besar karena berbeda dengan situasi KTT G20 sebelumnya. Hal itu diperberat dengan walk-out-nya sejumlah menteri keuangan pada pertemuan G20 di Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Intelijen AS Bocorkan Fakta Mengejutkan: Iran Masih Punya Ribuan Rudal & Drone untuk Perang Jangka Panjang
Kongres AS Buka Suara: 11 Ilmuwan Misterius Tewas, Ada Apa di Balik Program Rahasia Pentagon?
Iran Tolak Damai, Trump Ancam Serang: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Blokade Trump vs Iran: Selat Hormuz Membara, Bisakah Perang Dicegah?