Menurut Zaitsev, Rusia tidak hanya mempertahankan dialog politik penuh dengan China, tapi juga berupaya memperluasnya. Kedua negara pun mengoordinasikan kegiatan secara efektif di panggung internasional dan mempertimbangkan berbagai bentuk kerja sama yang memungkinkan untuk beradaptasi dengan perubahan global.
Hingga saat ini, China belum melayangkan kecaman apa pun terkait keputusan Rusia menyerang Ukraina. Sejumlah negara, termasuk AS, telah mendesak Beijing untuk melakukan hal tersebut.
Kendati tak mengecam, China menyatakan siap membantu penyelesaian krisis antara Rusia dan Ukraina. Beijing pun memperingatkan bahwa sanksi tak akan bisa menyelesaikan masalah kedua negara tersebut.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar