Direktur Rumah Sakit St Joseph, Jamil Koussa, mengatakan sekarang jelas target kekerasan polisi adalah peti mati itu sendiri, menunjukkan video pemukulan dan gambar CCTV baru gedung rumah sakit yang diserbu polisi.
Rumah sakit Yerusalem Timur terkenal dengan bangsal bersalin dan perawatannya bagi keluarga Muslim, Yahudi, dan Kristen. Staf menyebutnya sebagai tempat penyembuhan, tetapi pada Jumat itu, mereka justru merawat luka di antara staf medis mereka sendiri.
Banyak dokter dan perawat keluar untuk memberi penghormatan kepada Abu Akleh ketika pasukan Israel menyerbu ke dalam kompleks.
Dr Mohammed Hmeidat, seorang dokter di unit perawatan intensif neo-natal, menunjukkan kepada BBC luka bakar yang dideritanya akibat granat kejut.
"Salah satunya sangat dekat dengan kaki saya, dan meledak. Setelah itu kami bergegas ke unit gawat darurat dan juga (polisi) mengikuti kami ke unit gawat darurat," katanya.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Houthi Serang Israel: Dampak Mengerikan yang Bisa Guncang Timur Tengah dan Dunia
Kapal Tanker Pertamina Disandera Iran di Selat Hormuz: Ini 3 Kesalahan Diplomasi yang Harus Dibayar Indonesia
Iran Ultimatum AS: Kampus di Timur Tengah Bakal Diserang Jika Tak Patuhi Tenggat 30 Maret 2026
Trump vs NATO & Iran: Pulau Kharg Jadi Jebakan Maut yang Bisa Picu Perang Global?