Pelajar MTS Tewas Diduga Dihantam Personel Brimob Pakai Helm di Tual
KOTA TUAL - Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTS) berusia 14 tahun, Arianto Tawakal, meninggal dunia pada Kamis (19/2). Korban diduga menjadi korban kekerasan yang melibatkan personel Brimob berinisial MS di Kota Tual, Maluku Tenggara. Kasus ini viral di media sosial dan ditanggapi serius oleh Mabes Polri.
Kronologi Kejadian Pelajar Dihantam Brimob
Kejadian bermula saat Arianto berboncengan dengan kakaknya, Nasri Karim, menggunakan sepeda motor di jalanan menurun. Tiba-tiba, personel Brimob berinisial MS menghantam Arianto menggunakan helm. Hantaman tersebut menyebabkan korban tersungkur dan terseret motor.
Arianto sempat dievakuasi ke RSUD Karel Sadsuitubun, namun nyawanya tidak tertolong. Pihak rumah sakit menetapkan korban meninggal dunia pada pukul 13.00 WIT akibat luka berat.
Respon dan Permohonan Maaf Polri
Merespon viralnya kasus ini, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir menyatakan Polda Maluku telah mengambil langkah. Polri secara resmi menyampaikan duka cita dan empati mendalam kepada keluarga korban.
Artikel Terkait
Fakta Mengejutkan! Kepala BGN Buka Suara Soal Motor Listrik Rp58 Juta, Ternyata Harga Belinya Cuma...
Motor Listrik BGN Ditolak Menkeu, Komisi IX DPR Beberkan Dugaan Pelanggaran Anggaran yang Bikin Heboh
Penyidikan Ijazah Jokowi Dikritik: Benarkah Telah Melampaui Batas Waktu Hukum?
Tragis! Dadang Tewas Dikeroyok Saat Leraikan Hajatan Anaknya Sendiri, Ini Kronologi Lengkapnya