Menurut pihaknya, festival Pride Parade selama dua tahun terakhir telah digelar setertutup mungkin untuk menghindari risiko protes atau kekerasan serupa.
Mereka pun menuding pemerintah Georgia dengan sengaja telah bekerja sama dan bersekongkol dengan kelompok konservatif pro-Rusia di negara itu, Alt Info.
Pada gilirannya, Wakil Menteri Dalam Negeri Georgia Alexander Darakhvelidze mengaku telah mengetahui adanya kekacauan tersebut dan mengkonfirmasi tidak ada korban luka yang diakibatkan.
"Para demonstran berhasil menemukan cara untuk memasuki area acara, tetapi kami berhasil mengevakuasi para peserta dan penyelenggara Pride," kata Darakhvelidze.
"Tidak ada yang terluka dalam insiden ini dan polisi sekarang mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan situasi," sambung dia.
Sebenarnya, Georgia telah mengesahkan undang-undang yang menentang diskriminasi dan kejahatan bermotif kebencian. Namun, komunitas LGBT di negara itu mengaku perlindungan yang memadai dari aparat penegak hukum masih belum cukup.
Selain itu, ideologi homofobia juga masih dimiliki oleh masyarakat luas di negara yang secara sosial menganut nilai konservatif ini.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran