POLHUKAM.ID - Kabar baik muncul di tengah pertempuran yang berkecamuk antara Israel dan Hamas. Kabinet Israel pada Selasa (21/11) telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza selama empat hari untuk membebaskan para tahanan dan sandera dari masing-masing pihak.
Apabila kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar ini diimplementasikan — maka ini akan menjadi terobosan diplomatik terbesar dan jeda besar pertama sejak pertempuran dimulai.
Dikutip dari Axios, setelah menghabiskan lebih dari lima jam diskusi dengan para anggota kabinet kemarin, akhirnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkonfirmasi persetujuan gencatan senjata tersebut.
Namun, dia menegaskan bahwa gencatan senjata itu bukan berarti perang berakhir.
Perang, kata Netanyahu, akan terus berlanjut setelah jeda gencatan senjata selesai, hingga Hamas dihancurkan, seluruh sandera Israel dibebaskan, dan tidak ada seorang pun di Gaza yang dapat mengancam Israel.
Selain itu, Netanyahu juga mengapresiasi sekutu dekatnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden, atas bantuannya selama beberapa hari terakhir dalam merampungkan kesepakatan tersebut.
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar