Sementara, di Dewan Keamanan PBB, China telah bertindak dalam kapasitasnya sebagai presiden bergiril untuk memfasilitasi penerapan resolusi tersebut, yang menyerukan perpanjangan jeda dan koridor kemanusiaan, perlindungan warga sipil dan penyediaan bantuan kemanusiaan.
"Mekanisme kerja sama BRICS merupakan 'platform' penting bagi pasar negara berkembang dan negara berkembang untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama serta menjaga kepentingan bersama," ungkap Presiden Xi.
China juga kembali mengulang tiga seruan yaitu mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk mencapai gencatan senjata dan menghentikan semua kekerasan terhadap warga sipil.
Kedua, menjaga agar koridor kemanusiaan tetap aman, bebas hambatan, dan lebih banyak bantuan kemanusiaan harus diberikan kepada penduduk di Gaza.
Ketiga, komunitas internasional harus bertindak dengan langkah-langkah praktis untuk mencegah konflik meluas dan membahayakan stabilitas di Timur Tengah secara keseluruhan.
Pada tahun ini, Afrika Selatan menjadi ketua BRICS dan pada periode selanjutnya adalah Rusia. Anggota baru BRICS yang keanggotaan penuhnya akan dimulai tahun depan, mencakup Arab Saudi, Argentina, Ethiopia, Iran dan Uni Emirat Arab, juga diundang untuk bergabung dalam pertemuan tersebut.
Sumber: tvone
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran