Dia mengusulkan bagaimana kalau akhir pekan ini berangkat lagi ke Madinah mengunjungi Masjid Nabawi. Seperti biasa, waktunya cukup 3 hari. Termasuk pulang-pergi dengan perjalanan darat.
Sambil tersenyum, saya pun mengiyakan usulan itu. Lalu menghubungi Hamlah, travel agent, untuk meminta seat ke Madinah.
Menurut travel agent langganan kami, trip ke Madinah hanya tinggal transportasinya saja. Untuk hotel silahkan order sendiri. Namun dia masih mempunyai seat untuk perjalanan ke Makkah dan Madinah. Waktunya otomatis menjadi lebih lama, yaitu 5 hari.
Ketika hal ini disampaikan, si bungsu makin sumringah. Menurutnya lebih baik sekalian Makkah-Madinah saja. Waktunya lebih panjang tidak menjadi masalah. Selain karena libur, sekalian menunggu kedatangan ibu dan kakaknya yang sekarang masih di Indonesia.
Adapun bila nanti kakaknya yang belum pernah ke Saudi datang dan mau mengajaknya ke Makkah-Madinah, ya berangkat lagi. Menurut dia tidak ada salahnya kan.
Maka pada Jumat siang menjelang sore, berangkatlah kami ke Makkah. Untuk selanjutnya akan dilanjutkan ke Madinah dan kembali ke Riyadh.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sudahbaca.com
Artikel Terkait
Lebih dari 300 Tentara AS Terluka: Mengapa Cedera Otak Jadi Ancaman Tersembunyi Perang Modern?
Mantan Direktur PBB Mundur Drastis: Dunia Sudah di Ambang Perang Nuklir, Ini Buktinya!
Mengungkap Pembungkaman di PBB: Alasan Mengejutkan di Balik Pengunduran Diri Mohamad Safa
Lelang Kapal Iran oleh Indonesia: Apa Dampak Nyata bagi Pasokan BBM Kita di Selat Hormuz?