polhukam.id - Perang berkepanjangan melawan Hamas di Gaza, Palestina membuat Israel mengalami krisis ekonomi berkepanjang, lapor sebuah media online.
Karena sepinya lalu lintas di Bandara Internasional Ben Gurion Israel, Otoritas Bandara memutuskan untuk memberikan cuti yang tidak dibayar kepada 600 karyawan, media Israel melaporkan.
Otoritas Bandara memutuskan langkah tersebut setelah melakukan negosiasi dengan komite pekerja, setelah hampir semua maskapai penerbangan asing berhenti terbang ke Bandara Ben Gurion karena perang, situs web Ynet News versi Ibrani melaporkan pada hari Senin.
“600 karyawan akan mendapatkan cuti yang tidak dibayar (dan) 1.000 lainnya akan dikurangi hingga 75% dari pekerjaan mereka (saat ini),” surat kabar Israel melaporkan, mengutip sumber resmi.
Sementara itu, Israel Broadcasting Corporation (KAN) melaporkan jumlah pekerja di Bandara Ben Gurion sebanyak 4.600 karyawan. Setelah PHK, jumlahnya akan dikurangi menjadi 3.000.
Permintaan global untuk perjalanan ke Israel menurun secara signifikan sejak diluncurkannya operasi Banjir Al-Aqsa (Al-Aqsa Flood operation) dan perang Israel di Gaza.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Beralih ke Sepeda