Baca Juga: Menaker Menyatakan Rasa Senangnya Atas Penyelenggaraan Hari Migran Internasional 2023
Ketegangan kembali berkobar di Timur Tengah pada 7 Oktober setelah Hamas, militan dari kelompok radikal Palestina yang berbasis di Jalur Gaza melancarkan serangan mendadak ke wilayah Israel bagian selatan.
Selain mengirimkan banyak warga kibbutz Israel yang tinggal di dekat perbatasan Gaza, Hamas juga menculik lebih dari 200 warga Israel, termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua.
Hamas menggambarkan serangannya, yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebagai respons terhadap tindakan agresif otoritas Israel terhadap Masjid Al-Aqsa di Temple Mount di Kota Tua Yerusalem.
Baca Juga: Praperadilan Firli Bahuri Ditolak, Penetapan Tersangka Jalan Terus
Israel pun kemudian mengumumkan pengepungan total terhadap Gaza dan mulai melakukan serangan terhadap daerah kantong Palestina, serta wilayah tertentu di Lebanon dan Suriah. Bentrokan juga terjadi di Tepi Barat.
Perwakilan resmi Kementerian Kesehatan di wilayah kantong Gaza, Ashraf al-Qudra mengatakan situasi di tempat penampungan bagi para pengungsi adalah "bencana besar karena penyebaran penyakit dan kurangnya perawatan medis."
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suarakarya.id
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran