Pyongyang kemudian ‘withdrew’ dari perjanjian itu sepenuhnya dan kembali mensenjatai prajurit mereka di area ‘demilitarised zone’ yang memisahkannya dengan Korea Selatan.
Sementara Korea Utara terus melangsungkan pengembangan senjata nuklir mereka, Korea Selatan dan Amerika Serikat meningkatkan keamanan di daerah mereka.
Pada pertemuan di Washington pada hari Jumat, AS membahas terkait respon yang sesuai terhadap potensi serangan nuklir Korea Utara tersebut.
China, ‘on the other side’, mendukung Pyongyang. “China dan Korea Utara sudah saling memercayai dan mendukung satu sama lain sepenuhnya,” sebut Wang Yi, Menteri Luar Negeri China.
Korea Utara sejauh ini telah melakukan tes terhadap senjata-senjata mereka tanpa adanya sanksi dikarenakan dukungan China dan Russia yang terus mendukung di Dewan Keamanan PBB. (aly)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: riausatu.com
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!